Minggu, 23 Mei 2010

BIJAK MENILAI TEMAN

Kita banyak teman. Teman bermain masa kecil. Teman masa remaja. Teman sepekerjaan. Teman hidup. Teman dalam suka dan duka. Dan berbagai lagi teman yang lain. Itu di dunia. Adakah teman yang akan menemani kita hingga kelak di kemudian hari??.

Setiap yang bernyawa akan menemui kematian. Namun sebelum bertemudengan kematian, bermacam ujian san tantangan yang akan kita lalui. Hanya kekuatan iman dalam jiwa dengan bantuan dan rahmat Allah SWT kita dapat melewati ujian itu dengan tenang dan selamat.

Di dalam kita bergembira masih ada yang bersedih. Kalau kita bersedih adakan mereka bergembira?Wallahu'alam....tetapi Allah Maha Besar!!!Allah Maha Mengetahui!!!

Kehadiran seorang teman menjadikan hidup seseorang itu kembali ceria. Dia memberik kekuatan ketika di uji dengan cobaan. kehadiranya menyentuh kalbu, menyalakan obor mpengharapan.

Menitis airmata keharuan pada sebuah pertemuan, karena kehadiranya mendamaikan hati yang dahulu keresahan. Syukur sungguh di hati dikaruniakan teman sejati yang menunjukkan jalan mendekati-Nya ketika diri dalam kebuntuan.

Tiada yang menjadi impian selain rahmat kasih-Mu Allah yang terbias pada ketulusan sekeping hati seorang insan bernama TEMAN.

    

Selasa, 29 September 2009

kisah seorang wanita penyisir rambut putri Fir’aun

Dalam hadits disebutkan tentang kisah seorang wanita penyisir rambut putri Fir’aun yang karena mempertahankan keyakinan dan akidah Islam yang benar hingga dirinya disiksa oleh Fir’aun seperti yang di sebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah bersabda: Pada malam aku berisra’ aku mencium aroma yang harum. Aku bertanya: wahai Jibril, aroma apa ini.? Jibril menjawab: ‘Ini adalah aroma wanita penyisir Fir’aun dan anak-anak wanita itu’. Aku bertanya bagaimana kisahnya? Jibril menjawab:

Suatu ketika dia sedang menyisir putri Fir’aun tiba-tiba sisir jatuh dari tangannya. Dengan reflek si penyisir mengucapkan bismillah. Putri Fir’aun berkata kepadanya; bapakku? Penyisir menjawab: ‘bukan, akan tetapi tuhanku dan tuhan bapakmu adalah Allah’. ‘Aku akan sampaikan itu kepada bapakku’. Penyisir menjawab: ‘lakukanlah!. Tanpa ragu putri Fir’un buru-buru melaporkan kejadian itu kepada bapaknya. Fir’aun memanggilnya dan bertanya; ‘Wahai fulanah, apakah kamu mempunyai tuhan selain aku? Dia menjawab: ‘ya, tuhanku dan tuhanmu adalah Allah’. Lalu Fir’aun memerintahkan agar dihadirkan seekor sapi dari tembaga. Setelah di panaskan, dia perintahkan wanita itu berikut anak-anaknya di lemparkan kedalamnya. Wanita itu berkata: ‘Aku ada perlu denganmu’. Fir’aun berkata: ‘Apa keperluanmu? Wanita itu menjawab: ‘Aku ingin kamu mengumpulkan tulang-tulangku dan anakku dalam sebungkus kain lalu mengubur kami’. Fir’aun menjawab: ‘Itu menjadi hakmu atas kami’. Jibril berkata: lalu anak-anaknya di hadirkan. Satu persatu dilemparkan kedalam tembaga mendidih di depan matanya. Sampai akhirnya tiba giliran bayinya yang masih menyusu. Wanita ini maju-mundur, tiba-tiba bayinya berkata kepada ibunya: ‘Wahai ibuku, masuklah karena azab dunia lebih ringan dari azab akhirat’. Maka dia pun masuk dan syahid. Ibnu Abbas berkata: ‘Ada empat bayi yang dapat berbicara: Isa bin maryam, bayi Juraij, saksi Yusuf, putra wanita penyisir Fr’aun.” (Riwayat ahmad).
Free Blogger Templates